Posts

Showing posts from September, 2017

Tertidur diantara dua tanduk setan

Ada dua waktu yang bila saya lakukan bisa membawa saya ke alam antah berantah, ghoib, yaitu tertidur diasaat matahari hampir terbit dan saat matahari hampir tenggelam.  Saat-saat itu langit menyemburat warna jingga.
Ketika tertidur setelah subuh, sangat sulit membuka mata. Hati dan otak bertekat untuk bangun, tapi mata terasa berat tidak bisa terbuka, seperti ada lakban yang menutupi mata ini. Begitu juga apabila tertidur selepas Ashar menjelang magrib, bukan hanya sulit untuk bangkit, tapi juga akan terbawa suasana nggak enak, sedih nggak jelas dan bete sepanjang malam. Sebaiknya segera bangkit sebelum langit menyemburat bewarna jingga.
Suatu saat ketika saya tertidur selepas subuh, dalam tidur yang sadar (karena saya berusaha bangun), saya mendengar suara-suara banyak orang saling mengobrol dengan bahasa jawa “kromo inggil”. Saya tidak bisa bahasa jawa halus tersebut, tapi anehnya saat itu saya mengerti apa saja yang mereka bicarakan. Pembicaraan-pembicaraan sehari-hari, seperti masyara…

Pengajuan paspor Antrian online

Sudah tahukah Anda bahwa sekarang bikin passport baru / perpanjang passport di seluruh KANIM (kantor Imigrasi) di Jakarta (mungkin seluruh Indonesia), sudah tidak bisa Manual/Walk-in/ datang langsung?
Setelah sekian lama aplikasi passport online di web imigrasi.go.id tidak bisa dibuka, kemarin saya iseng-iseng coba buka, bisa. Tapi alih-alih daftar online untuk perpanjang passport, saya pilih datang langsung ke Kantor Imigrasi Jakarta Timur untuk perpanjang passport. Pertimbangan saya, karena book schedule secara online kelamaan,  karena schedule yang available baru ada 3 minggu kedepan, sekitar mid Oktober 2017. DAN info pada web imigrasi.go.id masih menyebutkan 2 cara pengajuaan pembuatan passport, yaitu secara Manual/Walk-in/Datang Langsung dan secara Elektronik
http://imigrasi.go.id/index.php/layanan-publik/paspor-biasa#prosedur I Manual/Walk-in/Datang Langsung Bagi permohonan Paspor biasa yang diajukan secara manual , pemohon harus mengisi aplikasi data yang disediakan…

Fanatisme membabi-buta

Pagi ini, ketika langit timur menyemburat warna jingga, dan saya masih leyeh-leyeh di tempat tidur. Seperti biasa yang disamber pertama kali adalah HP. Cek-cek mana tau ada chatt atau info penting dari anak-anak saya yang tersebar dibelahan bumi sana. Alhamdullilah, all good.
Masih cek-cek HP, iseng mampir ke akun gossip. Wewww ada yang pada merong-merong, karena di salah satu postingan, ada caption yang dianggap ga pantas, dianggap menjelekkan artisnya. Saya geleng-geleng kepala baca comment bala-bala salah satu artis dangdut disini,  kasar, hantam siapa saja yang dianggap menjelekkan junjungannya, istilahnya “senggol, bacok!”. ALAYY. Padahal apa sih untungnya buat bala-bala tersebut?  Apa ngefek kesuksesan artis tersebut bagi hidup mereka?
Lain lagi cerita anak-anak gahol yang demen nonton konser, terutama konser band idola mancanegera.  Ga ngerti kenapa bisa sampe nangis-nangis ‘gitu ya? Bagus ga kesurupan. Ckckckc the kids jaman now…. ( hahaha... gue kebawa bahasa Alayy )
Lalu the kids …

Obat itu namanya SEDEKAH (BPJS Kesehatan)

Saya baru saja bayar iuran BPJS Kesehatan mandiri kelas 1, untuk 1 Kartu Keluarga. Iuran tertunggak entah berapa lama, yang jelas saya bayar sekitar 3 juta rupiah (bayarnya sambil berlinangan air mata).
Kenapa banyak? Karena saya sempat ngambek ga mau bayar iuran karena pengalaman-pengalaman tidak mengenakkan saat berobat ke klinik BPJS Kesehatan.
Saat anak saya, Karina, jatuh dari motor, dia datang sendiri ke Faskes tingkat 1 (klinik yang sudah dipilih) sambil menahan sakit, kemudian diminta rontgen kakinya, tapi harus bayar sekitar Rp 500.000an (kok bayar!!! arrrrrrgggghhh) Kalo hitung-hitungan kepesertaan kami saat itu sudah berjalan kurang lebih setahun, saat itu iuran kelas 1 Rp 59.000, jadi artinya uang masuk sudah Rp 708.000,- per orang. Pikir saya, tau ‘gitu daripada bayar iuran Rp 708.000,- mendingan buat berobat mandiri, ga sampe segitu sudah dilayani dengan baik.
Pengalaman lain, Vira saat sakit di rantau, ga sembuh-sembuh dikasih obat dari klinik BPJS Kesehatan, entah karena ob…