Saturday, September 17, 2016

Ada Doa dalam Sebuah Nama

Saya selalu tertawa kalo lihat iklan Kit Kat di TV, walaupun sudah lihat berulang-ulang.
Iklannya mengenai seorang Bapak guru menanyakan biodata sang murid, antara lain percakapannya begini :

Bp.Guru               : Namanya siapa?
Murid                    : Budi
Bp. Guru              : Nama Ibu?
Murid                    : Ibu Budi
Bp. Guru              : Nama bapak ?
Murid                    : Bapak Budi
Bp.Guru               : Nama panjang? (gurunya mulai kesel)
Murid                    : Budiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii
Bp. Guru              : eet dah ni bocah.. auk ah.. (gurunya kesel beneran)

Hahahahah… muridnya sukses bikin gurunya ngambek.

Saya juga ngalamin tuh hal yang kurang lebih mirip seperti  itu. Ceritanya gini:
Karena salah satu jobdesc saya ngurusin BPJS Kesehatan karyawan, suatu waktu ada penambahan data keluarga salah satu karyawan, nambah nama anak yang baru lahir, namanya ZALIKA ADEEVA AFSHEN MYESHA.
Kalau diucap terdengar biasa saja, tapi tahu kah bahwa untuk mengetik susunan huruf nama tersebut diperlukan ketelitian seksama untuk mengetiknya secara benar?
Bahkan saya sampai dua kali mengganti  kartu yang tercetak, karena pihak Relation Officer BPJS Kesehatan salah naro huruf H sampe dua kali.
Pertama tercetak ZALIKA ADEEVA AFHSEN MYESHA, kemudian direvisi menjadi ZALIKA ADEEVA AFSHEN MYEHSA.
Saya yakin orang yang baca kedua ketikan saya pada nama tersebut tidak ‘ngeh dimana letak salahnya, kalau ga bener-bener liat satu persatu hurufnya.
Coba bayangin gimana nanti gedenya si anak ketika mengurus KTP, Ijazah, Passport.. kalau salah ketik, ketuker letak salah satu huruf, akan bikin repot si anak.
Perlu extra hati-hati mengetik susunan huruf yang lumayan ribet seperti ini.
Hhhhh.. kelar sih, akhirnya sudah tercetak dengan benar.

Mikir lagi ke tetangga-tetangga masa kecil dulu, ada yang namanya KEMPOR, PENDEK, SURIP, mereka satu keluarga kakak beradik, dan mereka sehat wal’afiat dengan nama-nama yang diberikan orang tuanya.
Kayaknya orang tua jaman dulu lebih simpel memberikan nama pada anak-anaknya, sebut saja tetangga saya yang dikasih nama SURIP, saya yakin dalam nama tersebut ada doa orang tuanya, mungkin supaya URIP (hidup) terus tidak sakit-sakitan.
Si PENDEK, ini dulu teman sebaya saya, mungkin doa orangtuanya supaya si PENDEK ini kelak tumbuh sehat meskipun berpostur pendek.
Nah kalo si KEMPOR??? I have no idea, bisa jadi ibunya ngidam kompor waktu hamil :)

Bagaimana dengan nama saya kaka beradik yang kebetulan satu jaman dengan keluarga Kempor?
Alhamdulilah.. orangtua saya masih lumayan modern saat itu, mereka memberi nama kami dengan awalan huruf E semua. Tapi langsung insaf beralih ke huruf lain begitu sampai pada anak ke 3 dan seterusnya.. hahahah.
Alhamdulilah kami semua sehat wal’afiat, karena dalam nama kami ada doa Ibu Bapak kami.

No comments:

Post a Comment