Monday, August 15, 2016

Porter bus Damri



Baru aja masuk parkir di area Damri terminal bus Rawamangun, buka bagasi, kemudian seseorang menghampiri dan dengan sigap meraih koper dari dalam bagasi, menurunkannya.

(Hanya) selintas (saja), iblis dalam diri saya meyeringai  : “Buset dah porter! Gue ga perlu! Yang bener aja ! Cuma 5 langkah ke bus”

Kalau ada yang pernah parkir di area Damri terminal bus Rawamangun pasti tau bagaimana (sedekat apa) jarak antara parkir mobil dan bus Damri mangkal berjejer.

Tapi..  kemudian Malaikat dalam diri saya berkata : “Ini dia ladang amal, kesempatan bersedekah”

Saya tatap bapak berseragam porter tersebut.. kucel ,kurus, wajahnya bikin kasian

“Sekedarnya aja bu”

“Ok pak, silahkan”

Saya mengikuti  dari belakang.

Lalu…

“Ini pak, terima kasih”  sambil saya memberikan lembaran sepuluh ribuan kepadanya

“Ya Allah.. Alhamdulillah” 

Upps.. kaget saya lihat reaksi nya. Wajahnya tersenyum lebar sambil mengusapkan lembaran uang itu ke wajahnya. 

Sambil nyetir pulang, pikiran-pikiran saya bermain :
Mungkin dari pagi nggak ada yang mau pake jasa porter bapak tsb.
Mungkin sepuluh ribu itu uang pertama yang dia terima dari tadi pagi (atau mungkin dari tadi malam)
Mungkin keluarganya sedang membutuhkan uang banyak
... dan mungkin-mungkin yang lainnya
Dan saya bersyukur pagi ini saya mampu menghadirkan senyum di wajah bapak porter ini.
Dengan bersyukur saya merasa bahagia.

Note: Pagi ini saya antar Karina ke terminal bus Damri Rawamangun, menuju bandara Soekarno-Hatta.

Value buat saya :
Boleh saja buat saya tidak berarti, tapi sangat berarti bagi orang lain.
Lebih sensitive-lah pada sekitar.


No comments:

Post a Comment