Friday, September 14, 2012

Saya hampir dirampok dengan modus "Ban mobil kempes"


Membaca berita di detik.com, kemaren pagi di jam sibuk orang berangkat kerja, di daerah Setia Budi, Kuningan Jakarta Selatan,  seorang perempuan jadi Korban Pencurian Bermodus Ban Mobil Kempes. Itu modusnya sama dengan yang saya alami beberapa bulan lalu, hampir menjadi korban perampokan dijalan saat saya berangkat kerja pagi hari, tapi Alhamdulilah saya selamat, dan perampok tidak berhasil mengambil secuil pun dari mobil saya.

Waktu itu, Setelah melewati kolong fly over toll cakung (setelah pintu kereta stasiun cakung), tiba-tiba saya di warning oleh seorang pengendara motor  dengan kode tangan nunjuk-nunjuk ban mobil kanan dan suruh saya minggir.
Karena saya merasa ga ada apa-apa dengan ban mobil, setir balance,  kalo ban kempes kan sudah pasti setir ga balance, so, saya terus aja jalan di jalur kanan.

Belum sampe 200 meter jalan, ada lagi pengendara motor lain yang kasih kode saya suruh minggir sambil nunjuk-nunjuk ban mobil.

Wah… ada apa nih? Kok sampe 2 orang berbeda nyuruh saya minggir?, jadi mulai ragu “apa bener ada yang ga beres dengan ban mobil saya?”   

Sambil mikir keras apa yang sebenernya terjadi?
Padahal baru kemaren mobil ini abis di cek keseluruhan oleh supir kantor, dari mulai oli, air radiator, oli automatic, oli power steering, semua ban, bahkan sampe karpet2 bagian dalemnya  dicuci dan di vacuum, semua beres, mesin, body, all good.

So….????  saya cari tempat yang menurut saya aman untuk berhenti.
Saya meminggirkan mobil ditempat yang menurut saya aman, karena ada beberapa orang berdiri di trotoar.
Cabut kunci.
buka tombol pintu.
langsung pencet automatic door lock,  dan keluar.

Saya       : Ada apa dengan mobil saya?
Rampok : Ada masalah dengan ban ibu, membahayakan !
Saya       : Tidak ada masalah dengan ban mobil saya! (sambil menendang ke arah ban kanan belakang)
Rampok : Buka dulu pintu mobilnya

Upssss apa hubungannya “ban mobil” sama “buka pintu mobil” ??

Saya melihat sekeliling, 4 orang pengendara motor ternyata berhenti di sekitar mobil saya, 3 orang tepat di posisi masing-masing pintu, dan 2 diantaranya saya kenali adalah yang tadi meminta saya berhenti.
2 org tersebut minta saya buka pintu mobil, dialek mereka semua sama (dari salah satu suku di Indonesia).

Saya bilang kemudian : “OKE”
Sambil buka pintu mobil pakai kunci (karena remote alarm mobil ini rusak sejak lama),
Duduk di kursi kemudi tergesa-tergesa,
JEBRETTTT (pencet tombol central lock) yang memang dari tadi dalam posisi terkunci,
Tancap gassss.

Huhhhhhhhhhhhhhhhhh (tarik napas lega)  saya lolos dari perampokan.

Setelah saya evaluasi, kejadian yang saya alami dan kejadian yang dialami wanita di berita detik.com kemaren pagi, saya berasumsi selain karena lindungan Allah, juga karena system automatic TOYOTA CORONA automatic yang saya kendarai, membantu saya menyelamatkan diri dari perampokan.

Corona saya adalah mobil kantor fasilitas saya. Toyota Corona automatic absolute 2000 cc keluaran tahun 1994, bekas mobilnya bos bule saya dulu yang diturunkan ke saya.
Di pintu supir Corona ini ada 1 tombol terpisah yang disebut automatic door lock, jadi ketika saya buka tombol pintu mobil di posisi sopir, tidak semua tombol pintu terbuka, kecuali kalau saya membuka pintu dengan memencet automatic door lock tersebut, maka semua tombol pintu otomatis akan terbuka. Dan dalam kasus saya diatas, saya keluar dengan hanya membuka tombol pintu supir, sehingga tidak semua tombol pintu terbuka, tentu saja perampok yang sudah bersiap-siap disemua pintu tersebut tidak bisa membuka ke tiga pintu Corona saya. Maka ketika terjadi percakapan beberapa menit diluar mobil antara saya dan perampok, perampok-perampok tersebut meminta saya membuka pintu, dan karena saya segera tahu bahwa ga ada hubungannya antara ban mobil dan pintu, maka saya mengambil sikap Cabuuuuuttttt… dan sampe JEBLEH pun itu perampok ga bisa buka 3 pintu lainnya ketika saya masuk mobil dengan membuka pintu menggunakan kunci kontak.

Ceritanya akan berbeda kalau saya saat itu pake mobil pribadi saya yang automatic keluaran baru, dimana mobil-mobil baru, baik automatic transmission ataupun manual transmission, rata-rata menggunakan central lock (tidak ada tombol central lock terpisah seperti Corona saya) dan begitu tombol pintu di posisi supir dibuka, maka semua tombol pintu otomatis terbuka, begitu juga ketika membuka pintu dengan remote alarm system, maka semua tombol pintu otomatis terbuka, maka…. Nyerbu deh semua perampok yang sudah siap siaga di semua pintu untuk menguras isi mobil.

Payah nih mobil-mobil baru ga secanggih Corona matic jadul saya.





No comments:

Post a Comment