Monday, April 9, 2012

Status keimigrasian suami

Saya mau sharing mengenai status ke Imigrasian suami dan langkah-langkah yang kami ambil untuk mendapatkan legalisasi hukum sesuai yang ditentukan dalam Undang Undang RI No.6 tahun 2011 tentang Keimigrasian.
Tujuan saya adalah untuk mendokumentasikan semua proses, supaya untuk berikutnya menjadi lebih mudah, karena percaya nggak percaya (tapi ini terjadi pada saya) : bahwa berurusan dengan petugas imigrasi kita harus paham dulu hukum dan aturan dokumen yang mau kita urus,  karena kalo nggak, kita akan seperti “setrikaan” bolak-balik, dan yang bikin bingung: masing-masing petugas memberi jawaban berbeda kalo ditanya (mungkin saya nanya ke orang-orang yang salah kali ya..)
Karena saya kerja, jadi ga bisa seenaknya sering-sering ijin ninggalin kantor untuk urusan pribadi, maka saya berusaha untuk sekali datang, lihat dan menang (hihihi… kaya maen judi ya), maksudnya mau pake istilah Vini Vidi Vici.

Nah, proses dimulai dengan google sana sini, cari tau apa syarat-syaratnya untuk aplikasi Ijin Tinggal Tetap (ITAP) untuk suami saya WN Australia. Karena suami saya selama ini pake Visa on arrival (VOA) yang hanya berlaku 1 bulan dan diperpanjang hanya boleh 1 bulan lagi.
Karena saya merasa VOA ga pas untuk kondisi keluarga kami..( masa mau kunjungan keluarga musti dibatesin 2 bulan!? )
Saya mau status kekeluargaan kita menjadi solid, i.e : suami bisa masuk Kartu Keluarga, suami punya KTP dan suami bisa buka account di bank. Sudah itu aja kok, ga neko-neko, karena suami saya SANGAT TAHU DIRI untuk tidak MENCALONKAN DIRI MENJADI CALON GUBERNUR DKI JAKARTA, sebab TERLALU GANTENG untuk ngalahin pak Kumis) hahahahaha….
Eh satu lagi denk, saya mau suami punya SIM Indonesia, karena selama ini SIM internasional (yg segede gaban) ga diakui oleh polisi kita, jadi kalo kadang lagi apes di stop polisi, suami mulai mengeluarkan acting sebagai “pemain watak” teater Koma (gubrak!!!).

Polisi : Selamat siang Pak, Anda melanggar aturan lalu lintas
Hubby : good afternoon officer, how are you going, what’s the problem ?
Polisi : Anda melanggar aturan lalu lintas
Hubby : excuse me, but I don’t understand what’s you say, officer.
Polisi : Bisa Anda tunjukan SIM dan STNK ?
Hubby : officer, I really don’t understand what you say, can you repeat slowly for me?
Polisi : X$%@!zzz@#)(&&%^%$^$...zzzz
Polisi mulai kesel dan bingung… akhirnya :
Polisi : ya sudah lanjutkan perjalanan, hati-hati dijalan, go go go.

Heheheh.. selamet.

Ok, kembali ke soal imigrasi.
Hasil google didapat informasi yang sangat berguna dari blognya salah seorang wanita Indonesia yang bersuamikan WNA.
Jadi proses awal untuk mendapatkan Ijin tInggal tetap (ITAP) adalah :
Apply VITAS (Visa ijin tinggal terbatas)
Apply KITAS (Kartu ijin tinggal sementara)
Apply MERP (Multiple Exit/Re-entry Permit)
Apply KITAP (Kartu Ijin Tinggal Tetap / Permanent Residence)

Step-step tersebut akan saya rincikan secara terpisah satu persatu dalam tulisan  terpisah, supaya saya nyarinya gampang untuk dikemudian hari.

OK, segini dulu, nanti dilanjut dengan persyaratan untuk mendapatkan ijin-ijin diatas, plus pengalaman-pengalaman menghadapi petugas Imigrasi.

11 comments:

  1. Hahahahaha...nice sharing, this makes my day! thank you yaaa

    ariatoba@gmail

    ReplyDelete
  2. Hi mba seneng banget baca pengalaman mba Eny..tp saya mau nanya nih,
    Saya ada di Jkt n sy brencana akn nikah dgn australian citizen akhr thn ini di mdn dan kita sdh apply Prospective Married Visa n msh sdg mnunggu kluarnya visa tsb krn dgn visa itulah rncnanya sy akn ikt dia ke aussie. Apakah CNI yg akn kita tmpuh sama halnya spt mba Eny sblmya dgn dtg ke embassy aust di jakarta? Atau bisakah urus CNI itu tanpa dia krn dia di aussie? Dan utk surat keterangan berkelakuan baik dia hrs dr polres jkt kah?
    Thx ats masukannya,
    Leni

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hallo Leni.
      Selamat ya, semoga pernikahannya nanti lancar. Amiin.
      CNI harus diurus langsung oleh WNA nya dan calon istri ke Embassy Jakarta. Gampang kok Len. Calon suami pasti datang ke Indonesia untuk menikah kan? Nah selagi calon suami masih di Aussie, kita bisa buat appointment dengan bagian consular kedubes Australia, sesuaikan waktu yang kita minta dengan waktu keberadaan calon suami di Indonesia. Nanti ketika dia sdh ada di Indonesia, baru sama-sama ke Kedubes urus CNI nya sesuai jadwal yang sudah ditentukan. Proses pembuatan CNI ini paling lama hanya ½ jam selesai.
      Persyaratan buat CNI, bisa liat di tulisanku sebelumnya : http://ilalanggrass.blogspot.com/2012/07/marriage-in-indonesia-for-australian.html

      Surat keterangan Polres itu namanya STM (Surat Tanda Melapor), nggak harus di Jakarta, tapi di POLRES terdekat rumah calon istri (sesuai KTP).
      Persyaratan buat STM, bisa liat di tulisanku sebelumnya : http://ilalanggrass.blogspot.com/2012/06/stm-surat-tanda-melapor.html

      Semoga membantu ya Leni.

      Delete
  3. Dear Mbak Eny,
    Aku penasaran dg kelanjutan (atau cerita sukses) perjuangan mendapatkan SIM Indonesia. Adakah?

    Makasi sebelumnya. :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Dear Miranti,

      Tks sudah kunjung ke blog saya.
      Hehe.. suami memutuskan tidak apply SIM Indonesia dengan pertimbangan "ribet" harus ke samsat Dann mogot. Jadi tetep pake SIM Internasional saja dan di back up dengan SIM Aussie (bila ada masalah dijalan).

      makasih atas perhatiannya.

      Delete
    2. selamat malam mbak eny, saya senang sekali bisa menemukan blog ini setelah cari2 di google. would you help me please.. karena saya tidak tahu harus bertanya dengan siapa. begini, saya mempunyai pacar berkebangsaan amerika. selama ini dia datang ke indonesia dengan VOA, dimana rasanya merepotkan harus bolak balik keluar dari indonesia setiap 2 bulan. kami sedang mencari cara bagaimana dia bisa tinggal disini dalam jangka waktu yang lebih lama dari VOA, sebelum mendapatkan pekerjaan di indonesia dan mempunyai KITAS dengan sponsor perusahaan. saya mengerti setelah membaca blog mbak, bahwa VITAS bisa dengan sponsor suami/istri. akan tetapi karena kami belum menikah, maka saya tidak bisa mengajukan permohonan VITAS. apakah mbak eny mempunyai saran untuk ijin tinggal yang lain yg bisa kami lakukan? akan sangat membantu apabila mbak bersedia membalas pertanyaan saya. terima kasih banyak sebelumnya... :)

      Delete
    3. Dear Ngesti Ara,

      Sorry sebelumnya, pertanyaan ini kelewat untuk dibalas, semoga saat ini Ngesti sudah mendapat jawaban lengkap dari thread lain.
      Saya pernah dengar informasi mengenai Visa Sos Bud, apakah sudah cek mengenai visa ini? mungkin pacar Anda bisa pakai visa tsb.

      Sorry, tidak bisa banyak membantu.

      salam.

      Delete
    4. Mat siang mbk Eny
      Makasih atas info-info di blog dan insyallah akan sangat membantu saya,karna suami saya juga OZ ,mbk Eny ada yang saya tanyakan,untuk apply PERMIT/KITAS persyaratan tahun2011 masih di gunakan di tahun 2014 tidak?
      Apalagi beda tempat,saya dan suami saya selalu apply visa di bali,
      Saat ini dalam rencana apply kitas insyallah dari australia cuma masalahnya saya tidak tau saya bisa jadi sponsornya tidak? ( disini cukup rumit juga mbak) apalagi saya juga di OZ saat ini.......Mbak Eny tolong bantuan informasinya !!!!

      TERIMA KASIH Sebelumnya atas bantuan juga waktunya and salam kenal dari lis (jawa)

      Delete
    5. Hallo Iis apa kabar? Sorry baru sempat balas.

      Menurut info teman2 yg baru2 ini apply KITAS, syarat 2011 masih sama dgn 2014 hanya ada beberapa yg dikurangi spt Copy rekening tidak perlu lagi, POA tidak ada lagi. Katanya lebih simple sekarang.

      Iis bisa jadi sponsor suami apabila Iis masih WNI. Apply online dari mana saja bisa kok. Tapi untuk membawa document asli harus datang langsung ke Imigrasi kuningan jaksel.

      Semoga membantu.

      Delete
  4. selamat malam mbak eny, senang rasanya bisa menemukan blog ini setelah cari2 di google. would you help me please... karena saya tida tahu harus bertanya dengan siapa. begini mbak, saya mempunyai pacar berkebangsaan amerika. selama ini dia datang ke indonesia dengan VOA. akan tetapi kami sedang mencari cara bagaimana dia bisa mempunyai ijin tinggal lebih lama sebelum mendapatkan pekerjaan disini dan mempunyai KITAS dengan sponsor perusahaan. Merepotkan apabila harus bolak balik setiap 2 bulan. saya mengerti setelah membaca blog mbak, bahwa VITAS bisa disponsori oleh suami/istri. akan tetap karena kami belum menikah maka saya tidak bisa mensponsorinya saat ini. apakah mbak eny mempunyai saran untuk kami? ijin tinggal apa yang bisa kami ajukan? karena susah sekali mengerti sistem keimigrasian indonesia.akan sangat membantu apabila mbak eny bersedia membalas komen saya ini, saya ucapkan terimakasih banyak sebelumnya :)

    ReplyDelete