Posts

Daging Sapi Masak Nanas

Image
Memanfaatkan daging sapi yang nganggur di kulkas, dan tadinya saya tidak tau mau dibikin apa, akhirnya cari ide di google, dan jadilah masakan ini dengan sedikit modifikasi ala saya.
Bahan : 250 gr Daging sapi, potong kecil-kecil1 buah Nanas madu, ukuran sedang, potong sesuai selera3 siung Bawang putih, iris halus2 Cm Jahe, tumbuk halus2 buah Cabe merah besar, buang bijinya, iris sesuai selera1 buah Bawang bombay, iris sesuai selera2 Sdm Saus tomat½ Sdm Saus tiram1 Sdt Lada halus1 buah Pekak (kembang lawang)4 butir CengkehAir matang secukupnya1 sdm Minyak untuk menumis
Cara buat : Tumis bawang putih sampai harum, lalu masukkan Jahe, tumis sampai harumKemudian masukkan Pekak dan Cengkeh, oseng.Masukkan daging sapi, aduk merataMasukan air matang, masak sampai daging empuk dan air berkurang.Tambahkan Saus tomat, Saus tiram, Lada halus, aduk.Masukkan Nanas, irisan cabai, irisan bawang Bombay, aduk merata sampai kuah mengental.Tambahkan garam, cicipi rasanya.Angkat, siap dihidangkan dengan nas…

Quantum Ikhlas

Me-refreshing ilmu Mind Management dari mas Nunu (RB Sentanu) dan ilmu Meditasi dari Bp. Merta Ade (Bali Usade), saya menemukan tulisan dibawah ini yang sangat berguna untuk saya pelajari lagi dan practiced. ---- Otak sadar manusia layaknya bongkahan gunung es yang muncul di permukaan. Selebihnya berupa alam bawah sadar yang memiliki kekuatan maha dahsyat. Banyak keberhasilan bisa diperoleh dari mengelola alam bawah sadar.
Pernahkah kita berpikir sejauh mana kemampuan otak kita? Yang kita pahami selama ini, kemampuan otak kita hanyalah secara analistik, namun kita tak pernah menyadari bahwa kemampuan otak manusia tak hanya sekedar analistik. Ada banyak hal yang bisa diungkapkan dalam otak. Secara garis besar, otak manusia terbagi dalam dua bagian, otak kanan dan otak kiri. Otak kiri memproses segala macam angka, matematika, bahasa, hitung-hitungan dan sebagainya. Otak kanan, memproses segala macam keindahan, tata kata tak lagi tersusun secara verbal. Musik dan warna-warna indah adalah ba…

Belum move on dari "Pengabdi Setan"

Ini email saya kepada Ibu kepala bagian Finance yang saya combine dengan scenario Pengabdi Setan versi saya.
Dear Ibu, Apakah sudah ada yang menyisirkan rambut Ibu? Bu, karyawan kita yang meninggal tanggal 13 November lalu namanya Abdi (kepanjangan dari pengABDI setan), sehubungan dengan hal tersebut, saya dapat informasi dari Relation Officer (RO) BPJS Ketenagakerjaan (Jamsostek) mengenai penonaktifan karyawan yang meninggal dunia. Saya lampirkan, info dimaksud by attachement file. Staff Ibu saya kirim CC
Penonaktifan karyawan meninggal dunia harus plus 1 bulan. Contohnya sebagai berikut : Karyawan bernama pengABDI setan meninggal tgl 13 November, maka iuran BPJS Ketenagakerjaan bulan November tetap harus dibayarkan. Baru di stop kemudian di laporan bulan Desember. Karena pola system BPJS Ketenagakerjaan menghitung BULAN, bukan tanggal. Apabila langsung dinon-aktifkan di bulan November, maka system tersebut membaca bahwa karyawan pengABDI setan sejak 1 November sudah keluar dari perusahaan dan …

KITAS expired

Baru-baru ini saya google mengenai syarat kepesertaan BPJS kesehatan untuk WNA, salah satunya adalah KITAS.   Saya sampaikan pertanyaan ke forum HRD (Indonesia) yang notabene pasti diantara mereka ada yang ngurusin tenaga kerja expatriate di kantor-nya.
Q  : Bagaimana bila tidak ada KITAS ?  (KITAS suami saya berakhir masa berlakunya, saat dia belum bisa berada di Indonesia dalam waktu agak lama).
A : Bisa dengan Akte nikah / Buku Nikah (Berdasarkan pengalaman langsung dari pelaku mix marriage).
Alhamdullilah pertanyaan mengenai BPJS Kesehatan terjawab, case closed.
Ada salah satu member forum memberi comment mengenai KITAS suami yang habis :
Ibu HRD : “As far as I know, we can extend KITAS in embassy. The KITAS holder should report to the embassy (in whatever country where Indonesian embassy is occupied) to extend their KITAS.”
Wowww.. menyesatkan !
Saya :  Perpanjangan KITAS harus di apply di kanwil Kemenkumham (Kementrian Hukum dan Hak Asasi Manusia –  sesuai domisili sponsor, tidak cukup han…

P r i b u m i

Terlepas dari pidato yang katanya menghebohkan mengenai kata Pribumi, saya jadi tergelitik untuk menulis mengenai cerita kakek nenek saya dari pihak Ibu dan dari pihak Bapak saya.
Agak njlimet memahaminya, tapi ada cerita menarik mengenai kakek nenek saya saat jaman kolonial dulu.
PRIBUMI menurut Wikipedia Indonesia https://id.wikipedia.org/wiki/Pribumi Pribumiorang asliwarga negara [...] asli atau penduduk asli adalah setiap orang yang lahir di suatu tempat, wilayah atau negara, dan menetap di sana dengan status orisinal, asli atau tulen (indigenious) sebagai kelompok etnis yang diakui sebagai suku bangsa bukan pendatang dari negeri lainnya. Pribumi bersifat autochton (melekat pada suatu tempat). Secara lebih khusus, istilah pribumi ditujukan kepada setiap orang yang terlahir dengan orang tua yang juga terlahir di suatu tempat tersebut.
Secara garis lurus dari pihak ibu dan bapak saya, JELAS pribumi, karena lahir dari orangtua yang terlahir di Indonesia. Artinya kakek nenek saya dari…